Ya Robb....
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir
Ya Robb.....
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati Mu
Agar kerinduanku terhadap - Mu semakin menjadi
Ya Robb.......
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai - Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada - Mu
Ya Robb.......
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada - Mu
Ya Robb.......
Ketika aku berucap aku cinta pada - Mu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada - Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena - Mu
Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa - apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah beratti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya
Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja....
siapa tahu pada suatu hari kelak
ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci....
Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja....
siapa tahu pada suatu hari kelak
ia akan menjadi orang yang kau cintai
Jumat, 10 Juli 2009
Saat Ku Jatuh Cinta
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 04.19 0 komentar
Label: syair, Tinta Emas
Kamis, 09 Juli 2009
Jalan Cinta
Bismillah....
Ada Cinta yang berjalan lurus
Bersisian dalam keserasian
Berbaris dalam deret yang harmonis
Tapi talinya tak menyimpul
Ada juga cinta yang berjalan
Pada titik tertentu bertemu dlam takdirNya
Bersimpul dalam cinta
Cinta yang menyimpul
Semuanya bergantung pada satu hal:
Kehendak ILLAHI ROBBI
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 02.36 0 komentar
Label: syair, Tinta Emas
Rabu, 08 Juli 2009
Syair-Syair Cinta
Seraut Wajah penuh rahasia
Memancarkan pesona jiwa alunan cinta
Membawa raga ketaman surga
Diatas sucinya sajadah cinta
Bilamana cinta berbuah menjadi surga
Buah cinta akan berasa menjadi tawa
ketika derita mengabdikan dirinya pada cinta
pada saat itu cinta akan menemukan jiwanya
syair syair cinta
sebuah lantunan bagi bidadari surga
bidadari yang menyimpan rahasia cinta
rahasia cinta yang ada ditaman surga
inilah sepenggal kisah cinta
dasyatnya hingga menitikan air mata
mengalirkan ayat ayat cinta
membawa rasa duka menjadi senyuman bahagia
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 18.12 0 komentar
Label: syair, Tinta Emas
Selasa, 07 Juli 2009
Muhasabah Cinta
Kutitipkan Cintaku padaMu
sulit bagiku untuk menyemai benih cinta di hati
namun sangat sulit memutus arus deras cinta yang menderu
bila telah bersemi di hati
meski ku tahu bahwa cinta tak harus memiliki
Namun tak dapat ku pungkiri diri ini lemah
dan tak kuasa tuk menyimpan rasa cintaku padanya
aku menanti ketulusan dan kesucian cinta
cinta yang menitikan ketenangan dan kebahagiaan
cinta yang mendatangkan pahala dan keridhoan Illahi
Ya Illahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini
Engkau Mahatahu atas apa yagn menimpa diriku
Aku tak ingin kehilangan Cinta-Mu
Namun Engkau juga tahu
hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang engkau ciptakan
saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik dan pesonanya
Ya Alloh, berilah kepadaku cawan kesejukan
cawan tempatku meletakkan embun-embun cinta
embun yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini
Ya Robbi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai
aku yang lemah ini
mengharap belas kasih-Mu
sungguh tak dapat ku pungkiri
embun-embun cinta ini semakin deras mengalir
Aku ingin mencintai-Mu
Aku takut akan adzab-Mu
Aku ingin merengkuh Cinta-Mu
Namun diri ini jua tak kuat tuk menahan cinta dan rindu pada dirinya
rasa takut untuk kehilangan dirinya
Wahai Pemilik nyawaku, betapa lemah diriku ini
Ujian ini amat berat terasa dalam diri
Ya Illahi, jika boleh hamba titipkan rasa cintaku pada dirinya kepada-Mu
hamba terlalu lemah untuk menanggung-Nya
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 01.30 0 komentar
Label: syair, Tinta Emas
Jendela Hati
JENDELA HATI
Tak biasanya jendela itu terbuka setelah cahaya pergi,
Sebuah aroma yang belum pernah hadir mulai melewati,
Pertama terhirup membuat bulu hidung terasa berdiri,
Untuk yang kedua diriku menjadi menikmati,
Selanjutnya penciumanku selalu menanti dan mencari Kapan aroma itu datang kembali,
Bila sudah begitu jendela itu menjadi tak terkendali,
Dia menjadi lupa kepada siapa harus terbuka atau terkunci.
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 01.26 0 komentar
Label: syair, Tinta Emas
.jpg)