Bismillah....
Pagi itu...
diantara mata sembab mu kau kembali bertanya..
Yah.. kau memang senang sekali menanyakan…
Keraguanlah yang menghalangi ketulusan..
keihlasan dan kepasrahan…
Tapi bukan berarti aku melarangmu untuk bertanya..
bukankah Musa menemukan NYA dengan bertanya
dan bukankah Ibrahim mencari NYA dengan bertanya pula…
justru kau akan menemukan NYA dengan bertanya….
jadi bertanyalah selagi aku mampu menjawab..
“Mengapa kau memanggilku 'Humaira' Apakah ada CINTA dalam ungkapan mu itu?” ujarmu lirih..
Hmmm… ahhh.. ternyata itukah yang menggugah pikirmu…
kegelisahan karena sebuah kata CINTA..
Bukankah sudah kukatakan
aku ingin menyayangi mu tidak sebagai kekasih, isteri, adik atau apapun juga… Ya hanya menyayangi..
Jangan kau paksa aku memberi bentuk rasa sayang itu dengan apapun..
karena bentuk hanya akan memberi batas…
Apakah kau menyembah NYA karena mengetahui bentuk NYA…
DIA menjadi maha karena kita tak akan pernah mengetahui bentuk NYA..
Karena DIA zat yang Qiyamuhu Binafsihi.. zat yang tidak menyerupai mahluk apapun…
Rupa..wajah..tinggi..besar..isteri..pacar..kekasih adalah bentuk ..
karena kita manusia yang selalu membatasi diri dari yang Maha Tak Terbatas.. Al Akbar..
Lagipula CINTA tidak ada dalam 99 nama terbaik NYA.. Asmaul Husna…hanya ada Arrahman dan Arrahim disana..
Demi merengkuh kasih dan sayangNYA…
ijinkanlah aku menjadikan engkau, dia, siapa atau apapun saja sebagai jalannya.. hanya itu..
Jadi jangan tanyakan adakah ada cinta disana…
Meski tak dapat ku pungkiri...
rasa sayang itu telah menyita diriku...
aku memang memiliki harapan tuk bisa mendampingimu mengarungi samudera kehidupan ini...
tunggulah InsyaAlloh akan ku jemput Engkau, dan bersama kita berusaha tuk raih Ridho Nya...
Maret, 2009
Selasa, 29 September 2009
Adakah Cinta di sana ?
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 00.37 0 komentar
Entah Mengapa Ku Rindu
Bismillah....
Sebenarnya aku bosan menyebut kata entah kenapa…
karena sebenarnya aku tau kenapa aku mengucapkan betapa kerinduanku menyeruak diantara bulir-bulir air hujan itu….
Tapi aku tetap mengatakan ‘entah mengapa’ lentingan air hujan yang menghantam lembaran seng atap rumah ini membuat telingaku seolah mendengar panggilan Mu…
Padahal belum berapa lama kan kita berpisah..?
Hanya berbatas hari rasanya…
Terus terang aku senang merasakan ini.. merasakan kerinduan..
dan tak akan pernah aku menampik bahwa aku rindu kamu…
aku rindu senyum mu…
Tidaklah cukup keributan hujan.. desiran angin.. kelamnya malam.. untuk dapat mengaburkan ceracaumu.. menerbangkan bau tubuhmu.. dan menghilangkan wujudmu… semua itu karena aku tau pasti merindukan Mu…
Diposting oleh Tim Embun Tarbiyah di 00.20 0 komentar
Label: syair, Tinta Emas


.jpg)